“Biasa Mbak, setiap Senin begini. Kuplorotkan celananya. Bokep kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.Mamah tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai tumpuan. “Mas.. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke luar jendela atau sesekali menunduk.Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.




















