Namun nampaknya Lidya masih belum puas. Bokep Hot Selesai makan malam, Lidya membawaku ke balkon rumahnya yg menghadap langsung ke halaman belakang.Entah disengaja atau tak, Lidya membiarkan sebelah pahanya tersingkap. menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya. Seakan-akan dia tak percaya dgn apa yg ada di depan matanya. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. “Tak.., tak ada apa-apa, sahut Lidya sembari merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan. Apalagi oleh sesuatu yg aku sukai. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. “Kok Lidya nggak bilang sih..?”, aku mendengus sembari menatap Lidya yg jadi memerah wajahnya.




















