Sebenarnya aku sudah curiga, sebab Pak Herman (aku memanggilnya Pak karena teman ayahku) yang rumahnya jauh sering datang minum jamu dan ngobrol dengan ibuku. Meski usia ibu sudah berkepala 4 tetapi masih cantik dan bentuk tubuhnya masih bahenol dan menarik. XNXX Jepang Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Herman karena persediaan di kios habis. Hatinya bakal hancur dan jiwanya tercabikcabik. Aku duduk menyepi sendiri di sana sambil menguras air mataku.Ya Tuhan, ampunilah segala dosadosaku ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu.Kuletakkan barang dagangan di meja dan rasanya ingin sekali aku memeluk ibu dan memohon maaf serta menceritakan apa yang telah dilakukan suaminya kepadaku.Tetapi hati kecilku melarang.




















