Bayangkan, tidak ada yang perduli, kost dan hidup sendiri, punya banyak uang (yang aku tahu itu adalah uang haram hasil korupsi ayahku), mau apa lagi? Bokep Cina Dia mengerang. Aku hanya dibiayai untuk semester pertama, selanjutnya, aku harus membiayai hidupku sendiri. Aku segera menuju makamnya yang masih basah dan penuh dengan taburan bunga. Begitu aku mendengar kabar ini dan aku sadar dari rasa terkejutku, aku segera berangkat ke Jakarta dengan motorku dan kularikan motorku dengan kecepatan sangat tinggi. Just wait there, watch TV or something. Rupanya dia memang jagoan (biarpun dia kelihatan seperti biasa saja). Aku sadar dan bisa mengerti. Untuk hidup, aku bekerja apa saja dan di mana saja. Dari situlah aku mulai menata hidupku dan bisa seperti sekarang.Aku masih ingat pertama kali




















