Yang memimpin mereka adalah seorang laki-laki berjaket kulit hitam dan berkacamata hitam. Javsubindo Yang dia rasakan hanya sakit sehingga dia lebih mudah menolak kedua tindakan itu, biarpun hanya dalam niat. Dia tidak mengerti kenapa badannya berkhianat dan menanggapi jamahan penjahat-penjahat cabul itu. Tapi dia masih bisa merasakan bahwa dia masih berpakaian.Tiba-tiba ruangan tempat Kiani berada menjadi terang. Bunyi pistol bergema di dinding-dinding peti di sekelilingnya, membuat kedua telinganya berdenging. Lalu dia pelan-pelan menungging sambil menggesek-gesekkan pentungan itu sepanjang garis selangkangannya. Dia terpancing untuk mengikuti gerakan orang yang tadi mau ditembaknya, dan bergerak mengejar menyusuri sela-sela peti.Ketika mengejar sambil mengikuti gerakan buruannya di atas, Kiani lengah dan tidak melihat arah larinya. Kemudian sambil membelakangi penonton, dia menumpukan kedua tangan ke bangku dan membungkuk ke




















