Dua minggu setelah kejadian itu, nampaknya kekakuan kami sudah mencair dan kami bisa kembali mengobrol pada saat Fitria menunggu jemputan, walaupun agak kaku. Bokep Perselingkuhanku terus berlanjut dan selalu diisi dengan persetubuhan yang penuh gairah dan bervariasi sehingga setiap persetubuhan selalu saja mendapatkan kesan kenikmatan yang tak sama dengan sebelumnya dan anehnya setiap selesai melakukan persetubuhan selalu diakhiri dengan tangis penyesalan dan dikejar rasa berdosa.Hingga suatu hari Fitria berkata padaku Wan sebelumnya aku minta maaf padamu.. Pernah aku menghubunginya dikantornya yang baru dan kami mengobrol bagaikan dua orang sahabat. Kulihat Fitria sedang menyabuni seluruh tubuhnya. Betul-betul sangat luar biasa nikmat. Dan dengan nekad aku gerakkan wajahku kehadapanya dan mencium bibirnya dengan lembut. tapi sangat enakkkkkhhh ouhhhh Kataku terbata-bata. seperti biasa seperti suara napas




















