Setealah jadi lalu aku memberikan Teh itu kepada Papi,“ Ini Teh hangat-nya Pi ”, ucapku sembari memberikan Teh hangatnya.“ Wah, pintar sekali nih anak Papi, terimakasih ya anakku cantik tersayang, ”, jawab Papi memuji aku.Pada waktu aku memberikan Teh hangat kepada Papi, saat itu Papi meliirik kearah buah dadaku ketika aku membungkuk saat memberikan Teh. Bokep Family Tapi biarkan sajalah, bodo amat, yang prnting nanti kalau aku kerja akan mendapatkan sebuah mobil baru dari Papiku sayang.hhe. ”, kataku terbata-bata dengan terpaksa.Aku sebenarnya sangat malu mengatakan ini. Tidak disangka hal itu terdengar dan kepergok oleh Papinya ketika dia bermasturbasi. Walau sebenarnya dalam hatiku tadinya sudah terus mencoba untuk menahan diri.




















