Perlahan pula aku menurunkan rok pendeknya. Aku menanggapinya secara profesional, tak ingin melibatkan secara pribadi, karena aku mencintai isteriku.Semuanya berjalan seperti biasa, wajar, sampai suatu hari datang Ny. Jav sub indo Nanti saya kasih obat” walaupun dada dan perutnya sudah tertutup, bentuk badan yang tertutup kaos ketat itu tetap sedap dipandang.“Karena apa Dok disentri itu ?” Sepasang pahanya masih terbuka. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. makan biasa aja di rumah”“Buah2 an ?”“Oh ya . Tampaknya, belum seorang bayipun menyentuhnya. Dia udah siap menyambutku rupanya. Entah kenapa Aku kurang tahu.“Mungkin dokter ganteng dan baik hati” kata Nia, suster yang selama ini membantuku.“Ah kamu .




















