Aku agak risih karena mereka suap2an didepanku. “Enggak kok”. Bokep Hot Nia makin agresif mengelus badanku.Aku malah diciumnya di bibir dengan penuh nafsu. Sesampe dirumah Nina, kulihat Nina masi acak2an, rambut gak disisir, dia uma pake t shirt gombrong panjang, sehingga kaya rok super mini. Aku terkulai lemas dalam pelukannya, dia tersenyum kepadaku, “Nikmat Sin?” aku hanya mengangguk lemes. “Ngapain triak2, ikut demo ya”. Segera aku meninggalkan rumah, meluncur dengan mobi yang kusetri ndiri. “Kamu Sintia kan”. Kami ngent0t lagi sebagai hidangan penutup dengan “Gaya Sederhana” mot. Si bapak, ikutan duduk dan sarapan bareng Nina.




















