Kepalanya tertunduk menghadap air di bak mandi. Bokeb “Belum ambil air putih nih..“, tak ada maksud apa-apa dengan suara air tersebut. Agak susah juga kencing dengan penis yang sedikit tegang. Kukecup dan kugigit leher belakangnya. Pantatku diremas kuat-kuat. Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. Ganti tangan kananku melakukan hal yang sama. ”Ya udah kalo gitu. Rupanya muridku cepat mengerti penjelasan gurunya. ”Makasih ya Tin..kamu baik sekali. Tak terasa penisku mulai membesar, Aku Ke kamar mandi mbetulin posisi penis..sambil kencing. Tak lupa senjataku dibersihkan dari sisa-sisa sabun. ”Bapak nggak..sekalian mandi”, tanya Tina. Seluruh belakang lehernya aku cium dan kecup, begitu juga dua kupingnya dan kubisikkan ”kamu diam saja ya..cup”.




















