Lalu akupun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka.Mbak Nida kaget, melihatku mengikuti langkahnya,
“Eeeh…kamu kok ikut masuk juga ?!”
Sambil menutup pintu, tenang aku menjawab,“Alaa….Mbak jangan munafiklah, tokh Mbak juga menyukai Vcd porno itu, saya lihat Mbak sampai masturbasi segala”
“Kurang ajar kamu ! Dalam hatiku aku merasakan senang, gembira, tapi juga sedih. Vidio Porno saya menyakiti Mbak ya ?!” tanyaku lembut penuh sesal. Melalui ventilasi kulihat Mas Arif dan Mbak Nida sedang tidur-tiduran sambil mengobrol di atas tempat tidur. Kalau tidak saya akan berteriak” bentak Mbak Nida. Dengan cemas aku menantikan reaksinya.Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mbak Nida masih tetap menonton.










