“Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, tapi dalam hati kecilku tak dapat kupungkiri walaupun tadi ia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, tapi saya sendiri turut menikmatinya bahkan saya sendiri merasakan organsime dua kali.“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Anto!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.“Nanti saja yach! Video bokep ouh.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.“Silahkan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat.




















