Tak terasa, Handayani Poetri terdengar mendasah dasah, terbaoer dgn dengoesan nafaskoe yg ditimpali dgn hawa nafsoe yg makin memboeboeng. Handayani Poetri moelai sedikit merenggangkan kedoea pahanya, sehingga aqoe moedah menempatkan diri di atas badannya, dgn dada menekan kedoea payoedaranya yg montok, dgn bibir yg meloemat bibirnya, dan bagian bawah toeboehkoe berada di antara kedoea pahanya yg makin dilebarkan. Sub jav indo Ramboet panjangnya kembali terboerai di atas bantal. Pinggangnya yg ramping lebih menonjolkan boesoengan payoedaranya yg terlihat sangat menantang. Aqoe membiarkan gagang kemaloeankoe di dalem lubang kemaloean Handayani Poetri sekitar 20 detik, baroe sesoedah itoe aqoe moelai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, laloe aqoe dorongkan dgn lebih tjepat sampai habis. Sesoeai dengan apa yang ia sampaikan sendiri.Ternyata Si Handayani Poetri ini adalah janda tanpa anak,




















