Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Bokep Tante Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Romantis sekali tempat kami itu. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Anisa selalu memainkan ‘Mr. Veggy’nya Anisa, astaga ! Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi.Kata pak Martin sebentar lagi sampai ke tujuan. Veggy’ Anisa.“Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra.




















