Lebih aneh lagi, setiap kami beradu pandangan, wanita itu
melempar senyum manis.Aku sama sekali tidak mengerti maksudnya, tapi aku tetap
membalas dengan senyuman tanpa diperhatikan oleh si sopir teman makanku itu. Aku segera duduk di
pinggir tempat tidurnya, lalu secara pelan dan hati-hati menyentuh kepalanya
bagian belakang, terus turun ke leher belakangnya. Jav indo sub Yah khan?” pintanya sambil meraih kedua tanganku dan
membawanya ke selangkangannya. Iyana eddi utihirakki (Yah
betul. Tidak mungkin di sini atau di
kamarmu” jawabnya. Ternyata di atas
meja telah tersedia makanan lengkap seolah meja itu tidak pernah kosong dari
makanan.Setelah kami duduk di depan meja makan, aku menoleh kiri
kanan dalam ruangan itu dan sempat kulihat 3 orang perempuan di rumah itu. “Nif, sudah lupa yach permintaanku tadi pagi?” tanyanya
setengah berbisik yang membuat aku kaget dan gemetar.




















